Ternyata inilah dampak positif berpuasa pada kesehatan jantung

Ternyata inilah dampak positif berpuasa pada kesehatan jantung

 

Penulis: dr. Arief Faisal Rachman

 

     Berpuasa adalah kegiatan yang pernah dilakukan oleh sebagian orang. Bahkan mungkin bagi beberapa orang, berpuasa telah rutin dilakukan pada waktu tertentu. Ternyata banyak manfaat yang didapatkan jika kita berpuasa. Berikut manfaat dari berpuasa berdasarkan sumber data journal terkini :

 

  1.   Menurunkan stress oksidatif

Dengan menjaga jumlah asupan ke dalam tubuh, maka kita dapat mengurangi juga pembentukan zat radikal bebas oleh sel dalam tubuh kita.

 

  1.   Menjaga optimalisasi “circadian rhythm”

Pada tubuh kita, terutama organ seperti liver dan otot serta jaringan lemak memiliki waktu sirkadian dalam bekerja, sehingga dengan kita berpuasa dan mengurangi asupan makanan akan mengurangi beban kerja organ ini yang dapat menurunkan gangguan pada organ serta menghindarkan kita dari penyakit kardiometabolik. Perlu kita perhatikan juga bahwa dengan semakin larut malam kita mengonsumsi makanan maka akan menurunkan kualitas serta kuantitas istirahat kita, hal ini juga dapat meningkatkan terjadinya resistensi insulin, risiko penyakit diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular

 

  1. Pembentukan keton dalam badan

Setelah 6 – 8 jam berpuasa, keton akan terbentuk pada darah, yang mana dapat menjadi tanda bahwa pada fase ini akan ada perubahan dari proses penyimpanan lemak dalam jaringan menjadi penggunaan lemak sebagai sumber energi. Hal ini akan berdampak dengan menurunnya kadar LDL (Low-Density Lipoproteins) dan meningkatnya kadar HDL (High-density Lipoproteins) dalam darah.

 

  1.   Kesehatan bagi jantung dan pembuluh darah

Berpuasa secara rutin akan menghindarkan kita terhadap terjadinya obesitas, penyakit tekanan darah tinggi, dan dyslipidemia. Seperti yang kita ketahui bahwa orang yang mengalami obesitas akan memiliki jaringan lemak yang banyak pada tubuh. Berpuasa juga dapat menjaga persyarafan simpatis, parasimpatis, dan aktifitas vagal dalam tubuh, sehingga akan mengontrol tekanan darah kita mejadi lebih rendah dan menghindarkan kita dari penyakit atherosclerosis atau kerusakan pembuluh darah jika kita berpuasa. Tingginya kadar lipid (Dyslipidemia) akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan jantung, yakni ditandai dengan tingginya angka Framingham risk score yang mana sering menjadi penentu tingkat suatu penyakit jantung.

 

Dengan banyaknya manfaat dari berpuasa, maka puasa dengan baik dapat menjadi solusi bagi kita untuk menjaga kesehatan organ jantung dan pembuluh darah. Bahkan bagi beberapa kondisi, berpuasa dapat juga digunakan sebagai terapi tambahan yang tidak membutuhkan obat dari beberapa penyakit metabolik. Namun kita juga perlu tetap menjaga asupan yang dibutuhkan baik saat sebelum maupun saat berbuka puasa.

 

 

Daftar Pustaka

 

Kamus Besar Bahasa Indonesia. https://kbbi.web.id/debar

Dong Tiffany A, Sandesara Pratik B, Dhindsa Devinder S, Mehta Anurag, Arneson Laura C, Dollar Allen L, et al. Intermittent Fasting: A Heart Dietary Pattern?. The American Journal of Medicine. 2020. 133:901-907.

Sumber gambar: freepik.com