Tampilan Jantung Penderita Hipertensi

Tampilan Jantung Penderita Hipertensi

Penulis: dr. Celly Anantaria Atmadikoesoemah, Sp.JP(K)

 

Sebagai penyakit dengan prevalensi tinggi di dunia, hipertensi (HTN) merupakan salah satu faktor risiko kardiovaskular yang berperan besar sebagai kontributor utama angka kesakitan dan kematian.1 Di Indonesia, HTN merupakan faktor risiko kardiovaskular utama yang mengakibatkan 20-25% penyakit jantung koroner (PJK) dan 36-42% strok.2 Estimasi jumlah kasus HTN di Indonesia sebesar 63.309.620 orang dengan angka sebesar 427.218 kematian.3

Sayangnya,  HTN dapat merupakan kondisi yang bersifat asimptomatik. Penderita mungkin tidak menyadari kondisi sakitnya karena tidak merasakan gejala apapun hingga bertahun-tahun lamanya. Kini, dengan kemajuan teknologi di bidang pencitraan kardiovaskular, berbagai kelainan anatomis dan fungsional kardiovaskular  karena HTN dapat dideteksi.  

Akibat Hipertensi Terhadap Pembuluh Darah4

Seiring peningkatan tekanan pada pembuluh darah, terjadi kerusakan pada lapisan terdalam dinding pembuluh (lapisan endotel), yang mengakibatkan:

penyempitan arteri. Kerusakan endotel menyebabkan penumpukan lemak dan kalsifikasi dinding arteri sehingga arteri menjadi kurang elastis dan menyempit

Aneurisma. Peningkatan tekanan secara terus menerus pada dinding arteri menyebabkan sebagian dinding arteri melebar, suatu kondisi yang dikenal dengan aneurisma. Aneurisma mudah pecah dan menyebabkan perdarahan interna yang fatal (gambar 1).

 

 

Gambar 1. CT scan pembuluh darah penderita HTN. Aneurisma ditunjukkan dengan tanda panah

 

Akibat Hipertensi Terhadap Jantung5

Jantung penderita HTN dapat mengalami perubahan struktural sehingga dapat terjadi:

Penyakit jantung koroner (PJK). Arteri koroner penderita HTN dapat menyempit sehingga terjadi gangguan suplai darah ke jantung. Pasien dapat mengalami nyeri dada (angina), gangguan irama jantung, dan serangan jantung (gambar 2).

Pembesaran jantung. HTN  merupakan stressor bagi otot jantung. Adaptasi jantung terhadap HTN merupakan proses yang kompleks dan multi dimensional yang meliputi hipertrofi sel otot jantung (kardiomiosit) dan pembentukan jaringan ikat (gambar 3). Kelainan yang terjadi meliputi penebalan otot jantung (gambar 4) dan pembesaran ruang-ruang jantung yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan irama dan gagal jantung.

 


Gambar 2. CT scan arteri koroner penderita HTN. Panah menunjukkan lumen arteri yang menyempit karena kalsifikasi.

                                                                                       A                                                                                        

   

                                                                    B

                                                                                                                            

Gambar 3. Pencitraan resonansi kardiovaskular penderita HTN. Gambar A menunjukkan tampilan menyerupai keadaan normal. Pemeriksaan lanjutan (gambar B) menunjukkan jaringan yang tampaknya normal ternyata memiliki serabut jaringan ikat yang berlebihan

 

Gambar 4. Pencitraan resonansi kardiovaskular penderita HTN. Tampak penebalan otot serambi kiri jantung, disertai penghitungan massa otot secara mendetail.

  

Kesimpulan:

Tekanan darah perlu diperiksa secara berkala karena HTN merupakan kondisi yang dapat bersifat asimptomatik hingga bertahun-tahun lamanya.

Kelainan kardiovaskular penderita hipertensi dapat dideteksi melalui berbagai pencitraan kardiovaskular

 

DAFTAR PUSTAKA

Zhou D, Xi B, Zhao M, Wang L, Veeranki SP. Uncontrolled hypertension increases risk of all-cause and    cardiovascular disease mortality in US adults: the NHANES III Linked Mortality Study. Sci Rep.    2018;8(1):9418.

Soenarta AA, Buranakitjaroen P, Chia YC, et al. An overview of hypertension and cardiac involvement in Asia: Focus on heart failure. J Clin Hypertens (Greenwich). 2020;22(3):423-430.

Anitasari. Hari Hipertensi Dunia 2019 : “Know Your Number, Kendalikan Tekanan Darahmu dengan CERDIK.”. 2019. http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/hari-hipertensi-dunia-2019-know-your-number-kendalikan-tekanan-darahmu-dengan-cerdik. Published May 17th 2019.

Brandes RP. Endothelial dysfunction and hypertension. Hypertension. 2014; 64: 924-8

Schumann CL, Jaeger NR, Kramer CM. Recent Advances in Imaging of Hypertensive Heart Disease. Curr Hypertens Rep. 2019;21(1):3. Published 2019 Jan 14. doi:10.1007/s11906-019-0910-6