Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Penulis: Angri Muktiah, S.Kep, Ners

  

Untuk orangtua dengan anak yang mememiliki penyakit jantung bawaan, menjaga kesehatan si kecil perlu lebih cermat.  Anda harus senantiasa berkonsultasi dengan dokter dan menjalankan pola hidup sehat.

Tips menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki kelainan pada fungsi maupun struktur jantung. Padahal, jantung dibutuhkan untuk memompa darah kaya oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

Kondisi ini membuat si kecil mengalami gejala kelelahan, napas pendek, pembengkakan pada tubuh, hingga pingsan. Tanpa perawatan yang tepat, kelainan jantung bisa berakhir dengan komplikasi yang membahayakan jiwa.

Oleh karena itu, butuh perhatian ekstra dari orangtua agar ia selalu sehat dan kualitas hidupnya jadi lebih baik. Merawat anak dengan penyakit jantung bawaan ini tidak sama dengan anak normal. Anda perlu melakukan konsultasi  lebih lanjut mengenai hal ini dengan dokter spesialis jantung, ahli gizi, sekaligus psikolog yang menangani kondisi anak. Ada beberapa tips yang disarankan :

1. Ikuti pengobatan yang disarankan dokter

Anak yang memiliki kelainan jantung sangat perlu mendapatkan pengobatan dokter. Tidak hanya untuk mencegah komplikasi yang fatal seperti gagal jantung kongestif, pengobatan dokter juga membuat kesehatan Anda tetap terkontrol.

Perawatannya ini meliputi penggunaan obat-obatan hingga prosedur medis, seperti kateterisasi jantung  hingga transpalantasi jantung.

Peran orangtua dalam mendukung kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan terkait hal ini adalah membuat janji pertemuan dengan dokter, menemani si kecil menjalani pengobatan, dan mengawasi penggunaan obat-obatan yang diresepkan dokter.

2. Pastikan asupan nutrisi tercukupi

Anak dengan penyakit jantung bawaan, sering kali mengalami berat badan di bawah angka normal. Penyebabnya adalah nafsu makan yang rendah dan ini bisa memengaruhi kesehatan tubuh secara menyeluruh dan pertumbuhannya kelak.

Anda harustetap menyusui dan memberikan ASI bagi si kecil sampai usia 1-2 tahun atau sesuai yang dianjurkan dokter. ASI sangat penting untuk si kecil yang masih bayi karena menyediakan makanan, cairan, sekaligus komponen-komponen yang memperkuat imun tubuhnya.

ASI bisa diberikan sebanyak 8 hingga 12 kali sehari jika kondisi bayi cukup sehat. Pemberian ASI lewat puting diketahui memudahkan bayi belajar untuk mengisap dan menelan ASI, sekaligus lebih berat badannya ketimbang bayi yang diberi susu formula.

Pada kondisi tertentu, bayi memerlukan tabung nasogastrik untuk mendapatkan makanan tambahan. Prosedur pemberian makanan ini dilakukan oleh ahli medis di rumah sakit.

Dilansir dari laman National Health Service, anak dengan kondisi ini dilarang mengonsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak. Mereka juga tidak dianjurkan mengonsumsi makanan yang diproses, seperti sosis, nugget, atau daging asap.

Beberapa makanan pilihan antara lain:

Sereal untuk makan pagi, contohnya roti, kentang kukus atau panggang, oatmeal dan pasta.

Buah dan sayur, boleh dimakan langsung, ditambahkan dalam menu masakan, atau dibuat jus.

Produk susu rendah lemak, meliputi keju atau susu dan yogurt tanpa rasa.

Daging tanpa lemak dan ikan kaya omega 3, seperti tuna atau salmon.

3. Jaga kebersihan gigi

Menjaga kebersihan gigi merupakan salah satu kiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Apalagi pada anak yang memiliki kelainan jantung.

Alasannya, karena pada usia ini berbagai masalah gigi dan mulut rentan terjadi, salah satunya gigi berlubang. Jika dibiarkan, infeksi bisa menyebar membuat bakteri penginfeksi mencapai jantung dan akhirnya menyebabkan endokarditis.

Endokarditis adalah satu jenis penyakit jantung ini sangat umum terjadi pada orang dengan penyakit jantung bawaan, yang dapat merusak katup jantung sehingga menimbulkan gagal jantung.

4. Ajak anak bergerak aktif sesuai kemampuan

Untukanak yang mengidap penyaki tjantung bawaan olah raga juga diperlukan . Hanya saja pilihan jenis olahraga harus sesuai dan intensitasnya tidak boleh berlebihan.  Kenapa?

Meskipun menyehatkan, olahraga melibatkan kinerja jantung karena jumlah oksigen yang dibutuhkan lebih banyak. Semakin banyak oksigen dibutuhkan tubuh, jantung harus memompa lebih kuat dan cepat. Konsultasikan pilihan olahraga yang aman untuk jantung  si kecil pada dokter, sekaligus ketentuan durasinya.

5. Pastikan anak cukup tidur

Selain memastikan si kecil mengikuti aktivitas dengan baik, Anda juga perlu menjaga kualitas tidurnya. Cukup tidur merupakan salah cara menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh pada anak dengan penyakit jantung bawaan. Saat tidur, tubuh diberi waktu untuk beristirahat agar bisa kembali bekerja dengan normal di esokharinya.

6. Pastikan anak bahagia dan bebas stress

Selain kesehatan fisik, yang menjadi tantangan bagi orangtua dalam merawat anak dengan kelainan jantung adalah mengelola emosi. Situs kesehatan Mayo Clinic menyebutkan bahwa anak akan terus mengalami kesulitan ini hingga mereka mencapai usia sekolah.

Kesulitan emosi ini perlu menjadi perhatian orangtua. Pasalnya, ini akan membuat si kecil jadi mudah stres, cemas, dan tidak aman. Jenis emosi tersebut tidak baik untuk kesehatan tubuh dan jantungnya.

7. Berikan vaksinasi flu

Vaksin menjadi salah satu cara mencegah anak terserang penyakit tertentu. Ini membuat tubuh jadi lebih kebal atau sekalipun terkena, gejalanya tidak bertambah parah dan tubuh cepat pulih.

Vaksin juga menjadi cara penting untuk menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan. Salah satunya adalah vaksin influenza yang memang penyakitnya sangat mudah menular.

8. Bantu anak memahami kondisi jantungnya

Menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan bukan hanya tugas Anda dan pasangan. Ini juga menjadi tugas khusus untuk si kecil yang mulai bertambah besar. Tujuannya, anak untuk memahami kondisi jantungnya dan beradaptasi antara kondisi tubuh dengan lingkungan di sekitarnya.

9. Sesuaikan perawatan ketika anak beranjak dewasa

Saat masih kecil, dokter spesialis atau rumah sakit menangani kondisinya ditujukkan untuk anak-anak. Namun setelah anak beranjak dewasa, perawatan anak harus disesuaikan dengan usianya.

Anda bisa memindahkan layanan kesehatan anak ke layanan kesehatan dewasa. Transisi ini bisa dilakukan saat anak berusia 12 tahun, hingga ia benar-benar sudah beranjak dewasa. Menyesuaikan perawatan ini membantu mempermudah anak untuk mendapatkan pengobatan kelainan jantung yang sesuai.