Olahraga bagi Penderita Penyakit Jantung Bawaan Dewasa

Olahraga bagi Penderita Penyakit Jantung Bawaan Dewasa

 

 

Penulis: dr. Rizky Eka Putra Yuriza

 

Halo sahabat Harapan Kita! Salam sehat!

Kesempatan kali ini kita akan membahas kembali topik aktivitas fisik dan olahraga dan yang akan menjadi fokus kita pada kali ini yaitu kaitannya dengan penderita penyakit jantung bawaan.

Kelainan jantung bawaan sebagai salah satu masalah jantung dapat ditemukan pada setiap 8-9 orang dari 1000 kelahiran hidup dan penyakit jantung bawaan merupakan kelainan bawaan lahir terbanyak dibandingkan dengan kelainan bawaan pada organ tubuh lainnya. Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu kedokteran, peluang seorang penderita jantung untuk tumbuh hingga dewasa pun juga meningkat. Pada penderita penyakit jantung bawaan yang kompleks bahkan 85% diantaranya mampu mencapai usia dewasa. Pada kalangan olahragawan, angka penderita penyakit jantung bawaan pun juga meningkat dan biasanya terdeteksi pertama kali saat skrining sebelum partisipasi sebuah kompetisi. Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah, apakah boleh seorang penderita penyakit jantung bawaan untuk melakukan olahraga? Mari kita lihat panduan yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Kardiologi Eropa atau European Society of Cardiology (ESC) pada tahun 2020.

Pada dasarnya, penderita penyakit jantung bawaan dewasa tetap boleh dan dianjurkan melakukan olahraga. Untuk semua penderita, olahraga dengan intensitas sedang direkomendasikan untuk dilakukan dengan total waktu 150 menit per pekan. Lalu pada individu atlet, penilaian terhadap fungsi ventrikel (bilik jantung), tekanan pembuluh darah paru, ukuran pembuluh darah aorta (pembuluh besar), dan risiko gangguan irama jantung direkomendasikan. Untuk partisipasi dalam olahraga kompetitif dapat dipertimbangkan pada atlet dengan fungsi jantungnya yang masih baik atau penurunan ringan dan terbebas dari potensi gangguan irama serius setelah dilakukan evaluasi. Pada penderita dengan penurunan fungsi jantung derajat sedang hingga berat, olahraga kompetitif tidak direkomendasikan karena memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Kematian jantung mendadak pada penderita penyakit jantung bawaan sangatlah kecil dengan kejadian kurang dari 0.1% per tahunnya dan hanya 8% kematian terjadi saat berolahraga. Dengan dilakukannya asesmen awal, diharapkan segala risiko yang mungkin terjadi dan pemilihan jenis olahraga terbaik dapat dioptimalkan pada penderita penyakit jantung bawaan agar memberikan manfaat yang besar.

Sekian, semoga bermanfaat.

Save Heart, Save The Future.

 

Referensi:

Pelliccia A, Sharma S, Gati S, Bäck M, Börjesson M, Caselli S, et al. 2020 ESC guidelines on sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease. European Heart Journal. 2020;42:17–96.

Sumber gambar: freepik.com