Musik Meningkatkan Kesehatan Jantung

Musik Meningkatkan Kesehatan Jantung

 

Penulis: dr.Sahniriansa Sahionge

 

Saat ini kita hidup di masa teknologi yang membawa kita lebih dekat dengan musik. Banyak orang berpikir musik berhubungan dengan hobi, berhubungan dengan pekerjaan ataupun sekedar teman dalam kebosanan, beraktivitas fisik, membunuh waktu saat sepi dan menunggu. Musik telah dikenal sejak lama, sebagai suara yang disusun sedemikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, nada dan keharmonisan, masa kini perkembangan musik berkembang dengan pesat sehingga kita bisa dengan mudah mendapatkan dan mendengarkan kapan dan dimana saja.

Musik dikenal sangat berpotensi membangun emosi dan mood, dari banyak penelitian musik juga dapat mempengaruhi mekanisme di jantung antara lain karena memiliki sifat ergogenik yang dapat meningkatkan aktivitas jantung tentu sangat membantu ketika berolahraga sehingga dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan performa, pada penelitian Avinash dkk tentang efek musik terhadap performa dan laju jantung pada dewasa muda, didapatkan terjadi pemanjangan durasi berolahraga saat subjek penelitian mendengarkan musik, secara statistikal menunjukan nilai yang sangat signifikan yakni p<0.01.1

Selain itu banyak penelitian tentang musik dimana dapat juga menurunkan tekanan darah dan menurunkan laju detak jantung. Regulasi laju detak jantung dipengaruhi oleh refleks yang berasal dari batang otak dan ganglia-ganglia intrathorax, dimana dipengaruhi oleh kortikal forebrain seperti hipotalamus, amigdala, kortex insular dan kortex orbitofrontal.

Pada umumnya kejadian emosional berhubungan dengan aktivitas simpatis yang akan meningkatkan laju detak jantung. Namun pada beberapa studi  didapatkan terjadi kenaikan emosi saat mendengarkan  musik namun terdapat perubahan emosi dan terjadi efek sebaliknya yaitu ditemukan dalam penelitian ini saat mendengarkan musik tidak terjadi kenaikan laju detak jantung dan memiliki variasi laju yang lebih rendah.1-3

Saat mendengarkan musik akan ada sensasi bahagia yang tercipta dan mempengaruhi neurotransmiter otak yaitu dopamin dimana memicu arousal effect sehingga mengurangi kecemasan yang relatif konsisten.2

Kelompok dengan manifestasi penyakit jantung secara eksperimental dan bukti-bukti klinis menunjukan jika fisiologis jantung dapat  dipengaruhi emosi yaitu yang melibatkan kemarahan, permusuhan, depresi dan kecemasan, dimana faktor-faktor tersebut dapat memberikan dampak kejadian penyakit arteri koroner, hipertensi dan kematian jantung mendadak. Mungkin kita dapat memanfaatkan musik sebagai salah satu fasilitas yang memberikan signifikansi klinis besar dengan mempelajari sumbu otak jantung yang dipengaruhi musik.2

 

Daftar Pustaka

  1. Avinash E Thakare, Ranjeeta Mehrotra, Ayushi Singh. Effect of music tempo on exercise peroformance and heart rate among young adult. Int J Physiol Pathophysiol Phamrmacol. 2017; 9(2); 35-39. Diunduh dari : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5435671/
  2. Stefan Koelsch, Lutz Jäncke. Music and heart. European Heart Jounal. Volume 36, Issue 44, 2015. P 3043-3049. Diunduh dari https://academic.oup.com/eurheartj/article/36/44/3043/2293535
  3. Bernardi P, Porta C, Sleight P. Cardiovascular , cerebrovascular and respiratory changes induced by different type of music in musicians and non – musicians: the importance of silence. Heart. 2006; 92: 445-452