Gula dan Efeknya pada Tubuh

Gula dan Efeknya pada Tubuh

Penulis: dr. Perdana Rezha

 

Gula merupakan zat yang akrab dengan konsumsi harian kita. Dari mulai makanan hingga minuman ‘kekinian’ memiliki kadar gula yang tinggi.  Rata-rata orang amerika mengonsumsi 22 sendok teh gula tambahan dalam 1 hari yang dimana berarti menambah 350 kalori dalam 1 hari. Gula tambahan biasanya paling banyak didapat dari makanan yang terproses, seperti makanan ringan dengan gula berlebih atau sereal yang dikonsumsi saat sarapan pagi yang merupakan kandidat tertinggi di Amerika.

AHA (American Heart Association) menyarankan konsumsi gula harian untuk laki-laki adalah  kalori perhari atau sekitar 9 sendok teh, sedangkan untuk perempuan kebutuhan harian gula adalah sekitar 100 kalori atau sekitar 6 sendok teh dalam 1 hari.  Maka dari itu sebaiknya mulai lah menghitung dan memperhatikan konsumsi gula harian anda. Dalam 1 gram gula terdapat 4 kalori, jadi apabila dalam 1 kemasan makanan ringan/minuman ringan terdapat 3 gram gula maka kira-kira dari komponen gula saja dari makanan tersebut sudah mengandung 12 kalori.

Tingginya konsumsi gula harian dapat menyebabkan tingginya kadar gula darah dalam darah yang dimana dalam jumlah waktu tertentu dapat membuat hormon insulin yang bertugas menanggulangi gula dalam tubuh menjadi tidak sensitive terhadap gula. Akibatnya kadar gula dalam darah menjadi tinggi dan memunculkan penyakit kencing manis. Berdasarkan RISKESDAS (Riset Kesehatan Dasar) dilaksanakan tahun 2018, prevalensi Kencing manis (DM type II) pada usia > 15 tahun di Indonesia mencapai 2 %. Dengan besarnya prevalensi tersebut dapat membuat angka komplikasi Jantung yang terkait dengan DM juga meningkat.

DM dapat membuat atau memicu komplikasi -komplikasi pada penyakit lainnya seperti pasien dengan Sindrom koroner akut  dengan DM memiliki angka kematian yang meningkat disbanding dengan orang dengan sindrom koroner akut tanpa DM. DM juga dapat mempengaruhi fungsi ginjal sehingga dalam jumlah waktu tertentu dapat membuat fungsi penyaringan di ginjal menjadi rusak sehingga memerlukan cuci darah berkepanjangan. Ginjal yang rusak ini juga dapat mempengaruhi proses penyerapan obat-obatan sehingga kerja obat obatan menjadi tidak maksimal.

Maka dari itu marilah kita jaga asupan gula tambahan harian kita agar terhindar dari penyakit kencing manis.

Daftar Pustaka :

 Deedwania P, Kosiborod M, Barrett E Et all.  Hyperglycemia and Acute Coronary Syndrome. Circulation;Vol 117,No 12.  Diakses pada laman https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIRCULATIONAHA.107.188629 pada januari 2022

Amin L N, Herdiyansyah D et all.  Edukasi Kesehatan Diabetes Mellitus di RW.004 Kelurahan Benda Baru Kita Tangerang Selatan. As-Syifa Vol 1;No 1. 2020

Johnson R K, Appel L J, Brands M et all.  Dietary Sugar Intake and Cardiovascular Health. Circulation. 2009;Vol 120, No 11. Diakses dari laman https://www.ahajournals.org/doi/full/10.1161/CIRCULATIONAHA.109.192627