Endokarditis Infektif

Endokarditis Infektif

 

Penulis: dr. Fatchul Ulum

 

Adalah infeksi permukaan endocardium jantung, termasuk katup – katup jantung yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang luas dan seringkali bersifat fatal. Endokarditis infektif ( Infective endocarditis, IE) mempunyai angka kematian dalam 6 bulan sebesar 20 – 25 % meskipun diobati dengan tepat. Bila tidak terdeteksi dan ditangani dengan tepat, angka kematian menjadi 100 %.1

Belum diketahui prevalensi total endokarditis di dunia karena sebgian besar populasi yang tinggal di negara berkembang kurang  memiliki akses yang memadai ke pelayanan kesehatan, sehingga tidak ada pelaporan prevalensi penyakit yang memadai. Namun ada survey dari Eropa Barat dan wilayah Olmsted, Minnesota bahwa minimal ada 10 kasus endokarditis per 100. 000 orang per tahun. Kasus lebih banya terjadi pada laki – laki.2

Penyebab Endokarditis Infektif adalah adanya injury pada endokardium yang bisa disebabkan oleh aliran turbulen akibat abnormalitas jantung atau intravaskuler, lesi katup jantung yang didapat  (MR/AS), Penyakit Jantung Bawaan, kardiomiopati hypertropik  dan benda asing dalam sirkulasi seperti kateter vena, katup jantung prostetik dan alat jantung yang ditanam lainnya. Setelah permukaan endokardium terbuka maka akan terjadi perlekatan fibrin pada permukaan endometrium yang terbuka membentuk vegetasi yang awalnya steril, namun bila terjadi bakterimia atau penyebaran bakteri pada sirkulasi darah, maka bakteri dapat menempel, tumbuh dan berkembang pada vegetasi dan terjadilah endokarditis infektif.1

Terjadinya bakterimia bisa berasal dari tindakan invasif dari gigi, tenggorokkan, saluran cerna dan tindakan invasif lainnya, serta yang lebih sering juga dari penggunaan obat – obat injeksi yang tidak steril seperti pada para pengguna narkoba.1

Adapun gejala endokarditis infektif yaitu gejala umumnya yaitu demam, mengigil, lemah, tidak nafsu makan, sakit kepala, batuk, nyeri dada, nyeri perut, nyeri sendi dan gejala spesifik untuk jantung yaitu ditemukannya suara tambahan pada jantung, tanda – tanda septikemia di kulit,dan tanda – tanda penurunan neurologis.2

Bila ditemukan gejala – gejala di atas dengan riwayat tindakan invasif sebelumnya atau riwayat  pemasangan katup buatan atau alat – alat jantung yang lain, segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan.

 

Terapi Endokarditis Infektif

Pengobatan endokarditis terdiri terapi antibiotik dosis tinggi selama 4 – 6 minggu. Pada kasus yang berat atau tidak stabil secara hemodinamik memerlukan terapi yang spesifik dan terarah sesuai dengan identifikasi mikroorganisme.

Intervensi bedah  à penggantian katup jantung pada pasien dengan disfungsi katup berat yang membawa kepada gagal jantung dan pada pasien dengan abses miokard atau thromboemboli berulang yang berkaitan dengan IE.1,2

 

Komplikasi Endokarditis Infektif

Kerusakan mekanis jantung : kerusakan katup progresif, pembentukan abses, erosi ke sistem konduksi jantung.

Emboli Thrombotik/sepsis : emboli ke syaraf pusat, ginjal, limpa dan dapat menyebabkan infeksi ke target organ.

Injury karena proses imun yang dimediasi oleh endapan antigen – antibodi : endapan kompleks imun menyebabkan glomerulonephritis , arteritis atau vaskulitis.

MRSA dan Enterococcus yang resisten terhadap vankomisin menyebabkan peningkatan angka kematian akibat IE. 1

Pencegahan endokarditis infektif yaitu pemberian antibiotik profilaksis sebelum tindakan invasif gigi, bronchoscopy, dan tindakan bedah pada pasien dengan penyakit jantung katup, penyakit jantung bawaan dan tidak menggunakan narkoba.3

 

Referensi :

Lilly L.S. Valvular Heart Disease. In: Patophysiology of Heart Disease. Sixth Edition. Lippincott Williams & Wilkins. Philadelpia. 2015

Baddour LM, Freeman WK, Suri RM, Wilson WR. Cardiovascular infections. In: Zipes DP, Libby P, Bonow RO, Mann DL, Tomaselli GF, Braunwald E, editors. Braunwald’s Heart Disease. 11th ed. Philadelphia: Elsevier; 2019. p. 1483-1502.

Habib G, Lancellotti P, Antunes MJ, Bongiorni MG, Casalta JP, Del Zotti F, et al. 2015 ESC guidelines for the management of infective endocarditis. Eur Heart J. 2015;36:3075-3123.