Efek Menari pada Jantung Lansia

Efek Menari pada Jantung Lansia

 

Penulis: Perdana Rezha Kusuma

 

Berolahraga termasuk dansa telah direkomendasikan untuk memperbaiki fungsi kardiovaskular untuk orang lanjut usia. Penuaan secara biologis berasosiasi dengan penurunan dari berbagai aspek fisiologis yang berbeda termasuk penurunan struktural dan dan fungsional dari sistem kardiovaskular serta berikan juga dengan perubahan komposisi tubuh yang kurang ideal. Sebagai contoh pengurangan masa tubuh tanpa lemak serta menurunnya laju metabolisme istirahat yang berimplikasi pada berkurangnya kemampuan aktivitas fisik harian dan pengeluaran energi total harian. Hal – hal tersebut akan membuat orang lanjut usia cenderung mudah terakumulasinya lemak visceral dan lemak total dalam tubuh. Dalam hal metabolik terdapat konsekuensi dari berubahnya komposisi tubuh ini yaitu adanya perubahan profil lipid, sensitivitas insulin yang buruk dan hyperglikemia post prandial.  Apabila semua hal tersebut ditambahkan dengan adanya pengurangan level aktifitas fisik maka akan terbentuklah kelainan-kelainan kardiovaskular seperti infark myokard, stroke dan penyakit vascular peripheral.

Cardioresporatory fitness (CVR) digunakan  sebagai predictor resiko kardiovaskular pada individu dewasa yang sehat.  Semakin tinggi CVR maka semakin kecil juga resiko terjadinya kenaikan serum lipid dan lipoprotein. Pada beberapa penelitian menunjukan bahwa olahraga dapat memiliki efek memperlambat penurunan kekuatan aerobik maksimal dan kapasitas olahraga. Aerobik dan olahraga resistensi telah digunakan dan direkomendasikan untuk orang lanjut usia dengan tujuan untuk memperbaiki kapasitas fungsional,  metabolic dan kesehatan kardiovaskular. Salah satu yang menjadi perhatian adalah dengan dansa sebagai salah satu pilihan olahraga yang dianjurkan untuk orang lanjut usia. Pada Tinjauan sistematis yang dilakukan oleh Krause et al membandingkan antara pada penari dan tipe olahraga lainnya. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa intervensi dansa atau menari memperbaiki VO2 puncak di individu lanjut usia jika dibandingkan dengan individu yang tidak melakukan latihan. Menari juga menunjukan efektifias yang sama dengan olahrga lainnya dalam meningkatkan VO2 pada populasi usia lanjut. Fakta yang ditunjukan pada penelitian mengatakan bahwa perbaikan dari kardiorespirasi fitness dapat berasosiasi dengan reduksi dari faktor resiko kardiovaskular.

Sebagai contoh dengan meningkatnya 1-MET pada kapasitas aerobic maksimum berasosiasi dengan adanya pengurangan sebanyak 7 cm lingkar pinggang dan 1 mmol/L dari level trigliserida dan meningkatkan HDL sebanyak 0.2 mmol/L. Pada tinjauan sistematis ini Kaltsatou et al menunjukan bahwa perbaikan terbanyak dari puncak VO2 yaitu sebanyak 25 % pada kelompok terapi tari Yunani pada pasien laki-laki dengan penyakit gagal jantung kronik. Namun dasar penelitian ini masih banyak memiliki ruang untuk perbaikan agar kedepannya Indonesia yang memiliki beragam tari daerah mungkin dapat memberikan efek positif bagi lansia yang memiliki penyakit jantung.

Daftar Pustaka :

Rodrigues-Krause J, Farinha JB, Krause M, Reischak-Oliveira Á. Effects of dance

interventions on cardiovascular risk with ageing: Systematic review and meta-analysis. Complement Ther Med [Internet]. 2016;29:16–28. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.ctim.2016.09.004

Sumber gambar: https://www.freepik.com/free-vector/i-love-dance-font_3032300.htm#query=dance%20for%20your%20hearth&position=20&from_view=search&track=ais