Efek Kebiasaan Mandi Air Panas terhadap Jantung

Efek Kebiasaan Mandi Air Panas  terhadap Jantung

 

Penulis: dr. Nicky Alexandra

 

Mandi air panas merupakan suatu kegiatan yang banyak digemari banyak orang. Selain memunculkan efek relaksasi setelah bekerja, beberapa penelitian menunjukan manfaat mandi air panas bagi kesehatan jantung. Terdapat sebuah penelitian mengenai pengaruh kebiasaan mandi air panas (berendam) terhadap sistem kardiovaskular. Penelitian ini dilakukan oleh Ohshige et al, dimana mereka merekrut 13 subjek penelitan yang terdiri atas 13 orang pria dengan rentang usia 20.3 + 1.3 tahun.

Penelitian ini menggunakan suhu air sekitar 41oC sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Horikiri et al yang menyatakan bahwa pada suhu air 40-41 oC merupakan suhu yang optimal untuk berendam pada orang dengan penyakit kardiovaskular. Subjek penelitian akan diminta untuk melakukan berendam dengan air panas dengan suhu tersebut selama 10 menit kemudian akan diukur parameter-pamareter termasuk : suhu tubuh, denyut jantung, tekanan darah, frekuensi nafas dan METS (Metabolic equivalent of task). Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan frekuensi denyut nadi yang terjadi pada subjek penelitian disebabkan oleh adanya sympathicotonia reflektif dan inhibisi dari nervus vagus akibat dari vasodilatasi dan penurunan tekanan darah.

Penelitian lain yang di lakukan oleh Ukai et al menyatakan bahwa pemaparan terhadap air panas dapat meningkatkan suhu pusat tubuh, kontraktilitas jantung, frekuensi denyut nadi dan mengurangi endhotelial sheer stress. Efek yang dihasilkan ini mirip dengan efek yang ditimbulkan saat kita berolahraga yang diyakini dalam jangka waktu yang panjang dapat memperbaiki fungsi vascular. Riset sebelumnya menemukan bahwa paparan terhadap panas dapat menginduksi heat shock protein 90 dan saat protein ini berikatan dengan eNOS (endothelial nitric oxide synthase) akan menghasilkan nitric oksida yang memiliki efek vasorelaksasi. Pada penilitian Ukai et al juga menyebutkan bahwa berendam dengan air panas berasosiasi secara signifikan dengan penurunan resiko hipertensi. Ukai et al mengemukakan bahwa frekuensi berendam air panas lebih dari 3 kali dalam 1 minggu memiliki resiko lebih rendah untuk terkena CHD (Coronary arterial disease) dibandingkan dengan kelompok frekuensi berendam air panas 2x/minggu. Penelitian ini sebagian besar dilakukan di Jepang , mungkin diperlukan penelitian lebih lanjut di Indonesia agar dapat lebih banyak memberikan data terhadap orang-orang di Indonesia sendiri.

 

Sumber gambar: freepik.com