Benarkah Santan dan Minyak Kelapa Tidak Baik?

Benarkah Santan dan Minyak Kelapa Tidak Baik?

 

Penulis: Triya Nur Oetari, AMd.Gz 

Tanaman kelapa (cocos nucifera L) banyak tumbuh didaerah tropis, seperti indonesia. Tanaman kelapa membutuhkan lingkungan hidup yang sesuai untuk pertumbuhan dan produksinya, faktor lingkungan ini adalah sinar matahari, temperatur, curah hujan dan kelembaban dan tanah. (wikipedia,2020)

Kelapa merupakan tanaman multiguna karena seluruh bagian tanaman ini bermanfaat bagi kehidupan manusia serta mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi. Produk-produk yang dapat dihasilkan dari kelapa antara lain virgin coconut oil (VCO), minyak goreng, bahan kosmetik, farmasi, asap cair, briket dan natadecoco dan santan (setiaji, Bambang 2011).

Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) adalah minyak kelapa yang dibuat dari bahan baku kelapa segar, diambil minyaknya, diproses dengan pemanasan terkendali atau tanpa pemanasan sama sekali, tanpa bahan kimia dan RDB. (wikipedia,2020)

Santan adalah cairan berwarna putih susu yang berasal dari parutan daging kelapa tua yang ditambahkan air sebelum akhirnya diperas dan disaring. Wujudnya yang tidak tembus cahaya dan rasanya yang kaya disebabkan oleh kandungan minyak, bagian terbesarnya adalah lemak jenuh (Wkipedia, 2020). 

Selama ini anggapan yang ada  masyarakat umum bahwa buah kelapa dan produk olahannya itu kurang baik bagi kesehatan. contohnya santan dan minyak kelapa yang dikenal sebagai makanan yang tidak baik,padahal dalam kehidupan sehari-hari sering sekali menggunakan santan dalam setiap masakan,  santan dan minyak kelapa dianggap dijadikan penyebab dari penyakit jantung koroner, karena masyarakat beranggapan santan merupakan bahan makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi yang menyebabkan kolesterol.

Akan tetapi faktanya justru minyak kelapa dan santan mempunyai banyak manfaat yang jarang diketahui banyak orang.

Minyak kelapa atau virgin coconut oil  (VCO) yang mengandung 92% asam lemak rantai sedang ini  bisa terus diserap melalui dinding usus sesampainya di saluran cerna, proses ini lebih cepat karena tanpa melalui proses hidrolisis dan enzimatik. Selanjutnya langsung dipasok masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa kedalam organ hati untuk dimetabolisir. Didalam hati VCO diproses menjadi energi saja, bukan kolesterol dan timbunan lemak, energi tersebut digunakan untuk meningkatkan fungsi semua kelenjar endoktrin, organ dan jaringan tubuh.

Mengkonsumsi santan kelapa juga tidak menyebabkan masalah kegemukan (obesitas) ataupun meningkatkan LDL (low density liporotein). Akan tetapi justru, meningkatan jumlah HDL (high density lipoprotein) dalam darah.  Karena pada santan dan kelapa mengandung asam laurat (lauric acid) yang merupakan asam lemak rantai sedang. Yang bermanfaat untuk kesehatan jantung, karena tidak akan meningkatkan kadar kolesterol  (setiadji,eki 2018).

Akan tetapi karena Santan mengandung lemak yang cukup tinggi. Makanan yang mengandung lemak apabila dipanaskan berulang-ulang akan mengalami proses oksidasi sehingga dapat meningkatkan jumlah radikal bebas yang berpotensi membahayakan kesehatan. Radikal bebas tersebut dapat menyebabkan plak yang mempersempit atau bahkan menyumbat pembuluh darah serta dapat meningkatkan kandungan lemak jahat dalam tubuh(Katrina A. 2000)

Asam lemak laurat yang terdapat dalam santan dan minyak kelapa juga mempunyai manfaat untuk kekebalan tubuh karena menurut penelitian Kandungan pada santan dan minyak kelapa ini memiliki sifat antimikroba dan anti-inflamasi, sehingga dipercaya dapat mendukung sistem kekebalan tubuh.

Sebuah studi tentang efek antimikroba asam laurat dari kelapa juga menemukan manfaat santan dan minyak kelapa untuk menghambat pertumbuhan bakteri tertentu. Hasilnya, mereka menemukan bahwa asam laurat efektif untuk menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus pneumonia, dan Mycobacterium tuberculosis. Sedangkan penelitian lain menemukan bahwa asam laurat memicu apoptosis, yaitu kematian sel pada payudara dan sel kanker endometrium. Temuan ini menunjukkan bahwa asam ini menghambat pertumbuhan sel kanker dengan cara merangsang protein reseptor tertentu yang mengatur pertumbuhan sel. (fadli rizal, 2020).

Dalam 100 gram santan terdapat 324 kalori, 3,2 gram protein, 5,6 gram karbohidrat, 18 miligram sodium, 514,2 miligram kalium, 21,14 gram lemak jenuh, 0,261 gram lemak tak jenuh ganda, 1,014 gram lemak tak jenuh tunggal dan 0 miligram kolesterol (TKPI, 2017).Dan dalam 100 gram minyak kelapa terdapat 870 kalori, 1 gram protein, 0 gram karbohidrat,98 gram lemak  0 miligram sodium, 0 miligram kalium, 87 gram lemak jenuh, 1,8  gram lemak tak jenuh ganda, 6 gram lemak tak jenuh tunggal dan 0 miligram kolesterol (TKPI, 2017).Dan sesuai kandungan nilai gizi pada santan dan minyak kelapa pun tidak mengandung kolesterol.

Minyak kelapa dan santan tidak mengandung kolesterol yang menjadi faktor resiko penyakit jantung koroner, karena tidak ada kandungan kolesterol didalamnya. Akan tetapi penggunaan minyak kelapa dan santan juga tidak diperbolehkan berlebih, karena kandungan kalori yang tinggi yang akan memicu obesitas, dan penggunaan santan tidak bisa berulang-ulang dipanaskan dalam suhu tinggi karena akan dapat meningkatkan kandungan lemak jahat (lemak trans) dalam tubuh.