Jantung Bocor pada Anak (ASD) - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Penulis:

dr. SISCA NATALIA SIAGIAN , Sp.JP


Jantung Bocor pada Anak (ASD) - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Jantung Bocor pada Anak (ASD) - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Apa Itu Jantung Bocor pada Anak (ASD)?

Atrial Septal Defect (ASD) adalah kelainan jantung bawaan yang ditandai dengan adanya lubang pada sekat antara dua ruang atas jantung (atrium kanan dan kiri). Kondisi ini menyebabkan darah dari kedua sisi jantung bercampur sehingga aliran darah menjadi tidak normal.

 

ASD sering tidak menimbulkan gejala pada masa awal kehidupan. Namun jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi seperti hipertensi paru, gangguan irama jantung (aritmia), hingga gagal jantung.

Beberapa jenis ASD yang umum ditemukan antara lain:

- ASD Secundum (jenis yang paling sering terjadi)

- ASD Primum

- ASD Sinus Venosus

Penyebab Jantung Bocor pada Anak (ASD)

ASD dapat terjadi karena kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan selama kehamilan. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko ASD antara lain:

- Riwayat kelainan jantung bawaan dalam keluarga

- Ibu hamil merokok atau mengonsumsi alkohol

- Infeksi selama kehamilan, seperti rubella

- Usia ibu hamil di atas 35 tahun

Pemeriksaan kesehatan sebelum dan selama kehamilan dapat membantu mendeteksi risiko kelainan jantung pada bayi sejak dini.

 

Gejala ASD pada Anak

Sebagian anak dengan ASD tidak menunjukkan gejala pada awal kehidupan. Namun pada beberapa kasus dapat muncul tanda-tanda seperti:

- Pertumbuhan anak lebih lambat

- Sesak napas atau mudah lelah

- Kesulitan makan pada bayi

- Sering mengalami infeksi saluran pernapasan

Apakah Jantung Bocor pada Anak Bisa Disembuhkan?

Kabar baiknya, ASD dapat diobati dan ditangani dengan baik. Penanganan biasanya disesuaikan dengan ukuran lubang dan kondisi pasien, antara lain:

- Prosedur kateterisasi jantung untuk menutup lubang tanpa operasi terbuka

- Operasi jantung jika ukuran lubang cukup besar

Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar anak dengan ASD dapat hidup sehat dan beraktivitas normal.

 

Apakah ASD Bisa Menutup Sendiri?

Pada beberapa kasus, ASD dengan ukuran kecil dapat menutup sendiri seiring pertumbuhan anak, terutama sebelum usia prasekolah.

 

Namun jika lubang tidak menutup atau ukurannya cukup besar, maka intervensi medis diperlukan untuk mencegah komplikasi di masa depan. Oleh karena itu, pemeriksaan jantung secara berkala sangat dianjurkan.

HR

Humas RSJPD

3 weeks ago

Artikel & Berita Lainnya