jadwal dokter

Info Bed

rawat jalan

Sarapan Menjauhkan Jantung dari Penyakit Mematikan

sumber ilustrasi: onnit

Dengan zaman semakin modern di mana segala sesuatu bergerak cepat, tidak jarang masyarakat memilih untuk tidak sarapan ketimbang telat ke sekolah, kantor atau pertemuan lainnya. Padahal sarapan sangat berguna bagi tubuh kita.

 

Baru-baru ini terungkap bahwa ternyata sarapan memberikan kontribusi pada kesehatan jantung. Jika dibandingkan antara orang yang sarapan dan tidak maka terdapat yaitu dapat menurunkan risiko penyakit jantung bagi mereka yang makan pagi.Dilansir dari situs WebMD bahwa mereka yang telah berumur namun secara rutin tidak sarapan akan cenderung mengalami sumbatan pada arteri jantung dibandingkan dengan mereka yang menyantap makanan pertama di pagi hari.

Baru-baru ini para peneliti dalam Jurnal American College of Cardiology melakukan sebuah studi kepada 4000 orang responden berusia 40-54 tahun di Spanyol untuk melihat bagaimana hubungan antara sarapan dan kesehatan jantung. Para responden dibagi dengan orang yang sarapan tiap hari dan mereka yang jarang sarapan.

Saat diperbandingkan ternyata persentase tertinggi orang yang alami penumpukan plak adalah mereka yang jarang sarapan. Diketahui bahwa 75 persen di antara responden yang jarang sarapan mengalami penumpukan plak. Sementara penumpukan plak terjadi pada 57 persen dari mereka yang sarapan dengan porsi mantap terdapat dan 64 persen bagi mereka yang sarapan porsi sedikit.

Karena itu para peneliti menganjurkan bahwa mereka yang menyantap sarapan yang sehat dan cukup kenyang akan lebih sedikit menghasilkan plak pada pembuluh darah arterinya. Pertanyaan kemudian muncul apakah plak itu? Plak sendiri itu adalah kumpulan lemak, kalsium dan kandungan lainnya yang bisa menumpuk pada arteri sehingga mengakibatkan pengerasan dan pengecilan pada arteri. Lebih kerennya dikenal dengan arteroklerosis yang mampu seorang terkena serangan jantung, stroke dan komplikasi lainnya.

"Ini bukan karena kamu meninggalkan sarapan maka kamu terkena plak," ujar Jose Penalvo,peneliti senior Tufts University's Friedman School of Nutrition Science and Policy, Boston, yang juga salah satu peneliti dalam studi ini.Menurutnya bahwa terdapat beberapa alasan tertentu yang meningkatkan risiko arteriosklerosis.

Valentin Futzer, peneliti yang bekerja sama dengan Penalvo, juga menambahkan peningkatan plak bukan terkait dengan sering tidaknya sarapan, permasalahannya adalah apa yang dimakan setelah melalui waktu sarapan. Biasanya orang yang jarang sarapan akan memuaskan keinginan untuk makan di waktu kemudian pada hari yang sama. Karena mereka berpikir dengan tidak sarapan akan dapat menurunkan berat badan.

Padahal Penalvo menambahkan bahwa dengan tidak sarapan justru akan menciptakan kebiasaan yang salah. Orang akan cenderung makan lebih banyak, dan memilih makanan yang mudah didapatkan ketimbang isi kandungannya apakah bergizi atau tidak. Malah ia menjelaskanketika seorang meninggalkan sarapan akan menimbulkan efek negatif dalam hormon yang membentuk nafsu makan, gula darah dan insulin.

Penelitian-penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa mereka yang sarapan memiliki sedikit kemungkinan untuk menjadi obesitas atau alami diabetes atau penyakit jantung. Namun Kim Larson seorang registered dietisien mengingatkan kualitas sarapan seorang sangat mempengaruhi kesehatannya. Ia menyarankan untuk menyantap sarapan dengan perpaduan protein, karbohidrat dan lemak. Memang kadang waktu dapat menjadi hambatan tapi sarapan tidak harus sesuatu yang sulit dipersiapkan, lanjutnya. Bisa dengan buah-buahan dicampur dengan oatmeal, roti gandum dengan selai kacang atau buah potong misalnya.

Dalam penelitiannya, Penalvo mendorong agar orang miliki pandangan bahwa menyantap sarapan yang sehat sebetulnya cara yang menyenangkan untuk menghindarkan diri alami risiko penyakit jantung. Dan tentunya harus ditambah dengan pola hidup yang baik seperti berolahraga teratur.** (mariana)

 

Sumber: webMD dan Daily Mail

Paviliun dr.Sukaman

Rawat jalan ( Poliklinik Eksekutif ) dr. Sukaman merupakan etalase pelayanan rumah sakit, sehingga kualitas pelayanan di RS akan sangat mudah dilihat dan dinilai oleh pelanggan. Selama tahun 2013 jumlah pasien yang berobat ke Poliklinik Eksekutif Rawat Jalan dan Rawat Inap mengalami kenaikan Kunjungan dan Pengunjung dari tahun sebelumnya.

One Day Care (ODC)

One Day Care merupakan unit perawatan khusus yang memberikan layanan pada pasien-pasien yang tidak memerlukan rawat inap sehingga sifatnya hanya sementara saja. Pasien yang mendapat layanan disini diberikan berdasarkan permintaan dokter.

Medical Check UP (MCU)

MEDICAL CHECK UP (MCU) Terletak di Instalasi Paviliun Sukaman, MCU dan Deteksi Dini Kardovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kardiovaskular. Konsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan pemeriksaan kardiovaskular penunjang lainnya.

ICVCU Dewasa

Sebagai rumah sakit rujukan nasional kardiovaskular, RSJPDHK mempunyai ruang perawatan intensif khusus untuk penyakit kardiovaskular/ medikal. Terdiri dari 18 tempat tidur (lantai 2) dan 12 tempat tidur (lantai 3), ICVCU menawarkan perawatan intensif disegala tingkat severitas. Tata ruang ICVCU lantai 2 dibuat menggunakan sistem single cubical sehingga pengawasan terhadap pasien lebih optimal. Selama tahun 2013 terdapat peningkatan jumlah pasien sebanyak 8% dari tahun sebelumnya. penatalaksanaan pasien gagal jantung (heart failure) menggunakan ECMO dan LVAD. Serta akan ditambah unit hemodialisis di tahun 2014.

Pediatrik OK & Ward

Instalasi Bedah Pediatrik, Penyakit Jantung Bawaan dan Perawatan Intensif Pasca Bedah merupakan unit pelayanan bedah jantung pada anak dan dewasa dengan penyakit jantung bawaan dan di dapat yang terdiri dari Unit Bedah Pediatrik dan Unit ICU Pediatrik yang berlokasi di Gedung Perawatan II lantai 8. Di Unit Bedah Pediatrik beroperasi 2 kamar operasi yang setiap hari menjalankan tindakan operasi sekitar 4-5 kasus dengan kompleksitas kasus yang beragam.

Cath Lab

Pemeriksaan diagnostik invasif dengan teknik kateterisasi jantung yang berada di Lt2 GP 1, sebanyak 5372 pemeriksaan, yang terdiri dari 4728 kasus angiografi koroner, 508 kateterisasi jantung, dan 136 tindakan lainnya. Juga telah dilakukan tindakan intervensi non-bedah terhadap kelainan koroner berupa angioplasti koroner sebanyak 2327 tindakan, valvuloplasty dengan balon 79 tindakan, tindakan non-bedah untuk kelainan kongenital sebanyak 176 tindakan, terutama terdiri dari 45 kasus ASO, 97 kasus ADO/ Nit occluder, 11 kasus BAS dan tindakan lainnya.