jadwal dokter

Info Bed

rawat jalan

Share the Power - Detak Jantung Sehat untuk Negeri

 

       Dewasa ini, angka kejadian serangan jantung di Indonesia terjadi pada usia lebih muda setidaknya 8-10 tahun lebih awal dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Menurut data registri Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (PJNHK) dan rumah sakit se-Jakarta Barat pada tahun 2016, penderita serangan jantung di Indonesia berkisar pada usia 55 tahun.

     World Health Organization (WHO) sendiri menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) masih menduduki peringkat teratas di negara berkembang hingga tahun 2020. Hal ini tentu menjadi perhatian, bukan lagi menjadi tanggung jawab petugas kesehatan saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menyadarkan diri sendiri serta orang disekitar untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung.

       "Share the Power - Detak Jantung Sehat untuk Negeri” menjadi tema dalam peringatan Hari Jantung Sedunia di tahun ini. Tema tersebut bertujuan mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih memperhatikan kesehatan jantung dengan cara menjaga dan mencegah timbulnya penyakit kardiovaskular.

      Pencegahan berfokus pada gaya hidup sehat dalam bentuk Fuel Your Heart (penerapan pola makan dan minum yang sehat), Move Your Heart (aktif bergerak dan berolahraga) dan Love Your Heart (berhenti merokok).

        Rokok menjadi salah satu faktor risiko tertinggi terhadap penyakit jantung. Dokter spesialis jantung PJNHK, dr. Siska Suridanda Danny, Sp.JP (K) mengungkapkan bahwa tidak sedikit penderita penyakit jantung disebabkan oleh karena pasien tersebut merupakan perokok aktif. "Dua minggu lalu saya dapat pasien laki-laki 3 orang, ketiganya masih muda, usia 30 tahunan, tensinya bagus, gula darah bagus, kolesterol juga bagus, tapi ternyata perokok aktif, dan itu pemicunya. Salah satu message dari share the power dalam Hari Jantung Sedunia ini, yuk kita ajak masyarakat Indonesia untuk berhenti merokok" ungkapnya.

       dr. Siska juga berharap, masyarakat dapat berperan aktif dalam memberikan pesan atau ajakan kesehatan dengan menggunakan cara sederhana, yaitu melalui media sosial. "Kita bisa mengirim pesan berantai atau posting di media sosial, ajak masyarakat, aktifkan massa untuk memahami tentang cara pencegahan ataupun cara mendeteksi penyakit kardiovaskular. Semakin banyak orang yang mengajak, maka akan semakin besar juga orang yang akan mengetahui. Tetapi info yang disebar harus yang terverifikasi, bukan berita-berita hoax, sumbernya harus jelas, misalnya dari web rumah sakit, atau dari penulis yang dapat dipertanggungjawabkan" imbaunya.

        Penyakit kardiovaskular sendiri sebetulnya dapat dicegah apabila 4 (empat) faktor risiko utamanya seperti merokok, mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi berlebihan minuman beralkohol dapat dikendalikan. Keberhasilan Hari Jantung Sedunia 2017 ini bergantung kepada pro-aktifnya masyarakat dari seluruh dunia dalam menyebarluaskan informasi, baik ajakan ataupun imbauan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung. (Nurhasanah)

 

 

Gambar : http://ucok-mania.blogspot.com; http://sadarsehat.org; http://snowmicro.com

Paviliun dr.Sukaman

Rawat jalan ( Poliklinik Eksekutif ) dr. Sukaman merupakan etalase pelayanan rumah sakit, sehingga kualitas pelayanan di RS akan sangat mudah dilihat dan dinilai oleh pelanggan. Selama tahun 2013 jumlah pasien yang berobat ke Poliklinik Eksekutif Rawat Jalan dan Rawat Inap mengalami kenaikan Kunjungan dan Pengunjung dari tahun sebelumnya.

One Day Care (ODC)

One Day Care merupakan unit perawatan khusus yang memberikan layanan pada pasien-pasien yang tidak memerlukan rawat inap sehingga sifatnya hanya sementara saja. Pasien yang mendapat layanan disini diberikan berdasarkan permintaan dokter.

Medical Check UP (MCU)

MEDICAL CHECK UP (MCU) Terletak di Instalasi Paviliun Sukaman, MCU dan Deteksi Dini Kardovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kardiovaskular. Konsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan pemeriksaan kardiovaskular penunjang lainnya.

ICVCU Dewasa

Sebagai rumah sakit rujukan nasional kardiovaskular, RSJPDHK mempunyai ruang perawatan intensif khusus untuk penyakit kardiovaskular/ medikal. Terdiri dari 18 tempat tidur (lantai 2) dan 12 tempat tidur (lantai 3), ICVCU menawarkan perawatan intensif disegala tingkat severitas. Tata ruang ICVCU lantai 2 dibuat menggunakan sistem single cubical sehingga pengawasan terhadap pasien lebih optimal. Selama tahun 2013 terdapat peningkatan jumlah pasien sebanyak 8% dari tahun sebelumnya. penatalaksanaan pasien gagal jantung (heart failure) menggunakan ECMO dan LVAD. Serta akan ditambah unit hemodialisis di tahun 2014.

Pediatrik OK & Ward

Instalasi Bedah Pediatrik, Penyakit Jantung Bawaan dan Perawatan Intensif Pasca Bedah merupakan unit pelayanan bedah jantung pada anak dan dewasa dengan penyakit jantung bawaan dan di dapat yang terdiri dari Unit Bedah Pediatrik dan Unit ICU Pediatrik yang berlokasi di Gedung Perawatan II lantai 8. Di Unit Bedah Pediatrik beroperasi 2 kamar operasi yang setiap hari menjalankan tindakan operasi sekitar 4-5 kasus dengan kompleksitas kasus yang beragam.

Cath Lab

Pemeriksaan diagnostik invasif dengan teknik kateterisasi jantung yang berada di Lt2 GP 1, sebanyak 5372 pemeriksaan, yang terdiri dari 4728 kasus angiografi koroner, 508 kateterisasi jantung, dan 136 tindakan lainnya. Juga telah dilakukan tindakan intervensi non-bedah terhadap kelainan koroner berupa angioplasti koroner sebanyak 2327 tindakan, valvuloplasty dengan balon 79 tindakan, tindakan non-bedah untuk kelainan kongenital sebanyak 176 tindakan, terutama terdiri dari 45 kasus ASO, 97 kasus ADO/ Nit occluder, 11 kasus BAS dan tindakan lainnya.