jadwal dokter

Info Bed

rawat jalan

Kenali Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Sejak Dini

       Penyakit Jantung Bawaan (PJB) merupakan kelainan jantung yang dialami sejak bayi lahir. Di Indonesia diketahui dari 1000 kelahiran yang hidup, ditemui 9 di antaranya mengidap PJB. Pada tahun 2015 sendiri tercatat terdapat 40.000 bayi lahir dengan PJB. Sebuah angka yang cukup besar dan harus dapat mengantisipasi secara tepat agar jiwa bayi dapat tertolong. Karena tidak sedikit, bayi yang mengidap PJB telah meninggal tanpa terdeteksi secara dini. Padahal, di negara maju hampir semua jenis PJB dapat terdeteksi bahkan saat bayi masih dalam kandungan, sehingga dapat tertangani dengan cepat dan baik.

     Adalah dengan melakukan pemeriksaan elektrokardiografi, dokter dapat mendeteksi kelainan struktural dan fungsi jantung sejak dini. Pada pasien berpenyakit jantung, pemeriksaan ini menjadi diagnostik yang paling utama digunakan. Dan biasanya digunakan pada pasien anak hingga dewasa. Namun seiring dengan berkembangnya teknologi, kini elektrokardiografi janin (Fetal Echocardiography) telah dipakai untuk mengevaluasi sistem kardiovaskular janin dan mendeteksi kelainan struktural jantung janin pada pertengahan trimester ke dua kehamilan. Dengan diagnosis prenatal ini, ibu hamil dengan kelainan jantung pada janin dapat dirujuk ke senter tersier dengan fasilitas pelayanan neonatal kardiak yang lengkap sehingga bayi yang lahir dengan PJB dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

   Selain alat yang canggih, adalah sangat penting pengetahuan dan keterampilan dokter spesialis kardiologi anak dan PJB serta dokter spesialis feto-maternal di Indonesia harus mampu mendeteksi dini dan menangani PJB dan hemodinamik kardiovaskular janin secara akurat. Untuk itu, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) mengadakan Pelatihan Pemeriksaan Ekokardiografi Janin.

     "Sebenarnya pelatihan ini dibuat supaya bisa meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dokter spesialis kardiologi anak dan PJB serta dokter spesialis feto-maternal dalam mendeteksi PJB secara akurat", terang dr. Oktavia Lilyasari, M.Kes, Sp.JP (K) selaku Ketua Kelompok Staf Medik Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan, RSJPDHK.

     Pelatihan yang telah distandarisasikan sesuai dengan pelatihan tingkat internasional ini, disampaikan oleh pakar internasional alih pengetahuan dan teknologi mengenai ekokardiografi janin secara tatap muka, dengan melakukan ekokardiografi secara langsung (hands-on) pada pasien ibu hamil.

     Para pemberi alih ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran tersebut diantaranya Dr. Motoyoshi Kawataki, Neonatal and Fetal Cardiologist, Departement of Gynecology and Obstetrics, Tohoku University Graduate School of Medicine, Japan dan Departement of Neonatology, Kanagawa Childern's Medical Center, Kanagawa, Japan; Ms. Shizuka Sato, Fetal Cardiac Sonographer, Ladies Clinic Foresta Verde, Kanagawa, Japan; Prof. Dr. dr. Ganesja M. Harimurti, Sp.JP dan dr. Poppy S. Roebiono, Sp.JP, Konsultan Kardiologi Pediatrik RSJPDHK; dr. Syarif Rohimi, Sp.A, Konsultan Kardiologi dan dr. Irfan Adenin, Sp.OG, Konsultan Feto-Maternal RS Anak Buda Harapan Kita, serta dr. Harjo Saksomo Bajuadji, Sp.OG, Konsultan Feto-Maternal RSU Fatmawati.

      Pelatihan yang tidak dipungut biaya ini, berlangsung selama dua hari, yaitu tepatnya pada Tanggal 6 dan 7 September 2017 di Ruang Auditorium RSJPDHK. Pelatihan ini ditujukan untuk para Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Konsultan Kardiologi Anak dan PJB, Dokter Spesialis Anak, Konsultan Kardiologi, Dokter Spesialis Kebidanan, Konsultan Feto-Maternal, serta para tenaga teknisi kardiovaskular Diagnostik Non Invasif atau Ekokardiografi. (Mariana dan Nurhasanah)

Paviliun dr.Sukaman

Rawat jalan ( Poliklinik Eksekutif ) dr. Sukaman merupakan etalase pelayanan rumah sakit, sehingga kualitas pelayanan di RS akan sangat mudah dilihat dan dinilai oleh pelanggan. Selama tahun 2013 jumlah pasien yang berobat ke Poliklinik Eksekutif Rawat Jalan dan Rawat Inap mengalami kenaikan Kunjungan dan Pengunjung dari tahun sebelumnya.

One Day Care (ODC)

One Day Care merupakan unit perawatan khusus yang memberikan layanan pada pasien-pasien yang tidak memerlukan rawat inap sehingga sifatnya hanya sementara saja. Pasien yang mendapat layanan disini diberikan berdasarkan permintaan dokter.

Medical Check UP (MCU)

MEDICAL CHECK UP (MCU) Terletak di Instalasi Paviliun Sukaman, MCU dan Deteksi Dini Kardovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kardiovaskular. Konsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan pemeriksaan kardiovaskular penunjang lainnya.

ICVCU Dewasa

Sebagai rumah sakit rujukan nasional kardiovaskular, RSJPDHK mempunyai ruang perawatan intensif khusus untuk penyakit kardiovaskular/ medikal. Terdiri dari 18 tempat tidur (lantai 2) dan 12 tempat tidur (lantai 3), ICVCU menawarkan perawatan intensif disegala tingkat severitas. Tata ruang ICVCU lantai 2 dibuat menggunakan sistem single cubical sehingga pengawasan terhadap pasien lebih optimal. Selama tahun 2013 terdapat peningkatan jumlah pasien sebanyak 8% dari tahun sebelumnya. penatalaksanaan pasien gagal jantung (heart failure) menggunakan ECMO dan LVAD. Serta akan ditambah unit hemodialisis di tahun 2014.

Pediatrik OK & Ward

Instalasi Bedah Pediatrik, Penyakit Jantung Bawaan dan Perawatan Intensif Pasca Bedah merupakan unit pelayanan bedah jantung pada anak dan dewasa dengan penyakit jantung bawaan dan di dapat yang terdiri dari Unit Bedah Pediatrik dan Unit ICU Pediatrik yang berlokasi di Gedung Perawatan II lantai 8. Di Unit Bedah Pediatrik beroperasi 2 kamar operasi yang setiap hari menjalankan tindakan operasi sekitar 4-5 kasus dengan kompleksitas kasus yang beragam.

Cath Lab

Pemeriksaan diagnostik invasif dengan teknik kateterisasi jantung yang berada di Lt2 GP 1, sebanyak 5372 pemeriksaan, yang terdiri dari 4728 kasus angiografi koroner, 508 kateterisasi jantung, dan 136 tindakan lainnya. Juga telah dilakukan tindakan intervensi non-bedah terhadap kelainan koroner berupa angioplasti koroner sebanyak 2327 tindakan, valvuloplasty dengan balon 79 tindakan, tindakan non-bedah untuk kelainan kongenital sebanyak 176 tindakan, terutama terdiri dari 45 kasus ASO, 97 kasus ADO/ Nit occluder, 11 kasus BAS dan tindakan lainnya.