jadwal dokter

Info Bed

rawat jalan

MENGATASI ARITMIA

Mencegah Kematian Mendadak 

Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), guru besar FKUI sekaligus Profesor aritmia pertama di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, menyerukan semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap aritmia.  Seperti diungkapkannya saat konfrensi pers, pada 11 Agustus 2017 di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, ia mengatakan penyakit yang dikenal dengan gangguan irama jantung ini terjadi karena adanya gangguan produksi impuls atau abnormalitas penjalaran impuls listrik ke otot jantung.


Sebagai salah satu penyakit jantung yang dapat menimbulkan kematian mendadak, didapati bahwa 87% dari data pasien penyakit jantung koroner yang meninggal mendadak di Indonesia menderita aritmia. Ini berarti jika tidak dikenali dan ditangani dengan tepat aritmia sangat membahayakan bagi penduduk Indonesia.   

 

Menyadari pentingnya aritmia, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita (RSJPDHK) telah mengembangkan unit aritmia sejak awal 1990 untuk melayani para penderita gangguan irama jantung. Dengan keberhasilannya menjadi seorang professor dibidang aritmia pertama di RSJPDHK maka Profesor Yoga Yuniadi akan lebih komprehensif dalam melayani pasien penderita gangguan irama jantung.

“Kemajuan dibidang aritmia, belum bisa dinikmati secara luas oleh pasien-pasien di Indonesia karena sampai saat ini masih terdapat kendala besar dalam pelayanan aritmia di Indonesia, antara lain masih minimnya dokter subspesialis aritmia” kata Profesor Yoga. “Hanya ada 28 orang subspesialis aritmia dari 1000 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang ada saat ini”. Dalam kurun waktu 15 tahun, subspesialis aritmia hanya bertambah 26 orang saja. Aritmia seringkali dianggap sulit dipelajari karena harus dipahami dalam konteks mekanisme yang bersifat virtual. Struktur anatomi yang melatarbelakangi aritmia tidak kasatmata tetapi harus dibayangkan. Hal ini menjadikan aritmia unik dan membutuhkan upaya yang lebih banyak untuk mempelajarinya. 

Keadaan tersebut menyebabkan hanya sedikit para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang tertarik untuk belajar aritmia. Ditambah lagi apresiasi yang diberikan juga dirasakan masih tidak sepadan dibandingkan tingkat kesulita dan risiko yang dihadapi seorang aritmologis. Disisi lain, kompetensi dokter layanan primer dalam membaca EKG masih perlu ditingkatkan agar kelainan irama dapat diketahui lebih dini. Oleh karena itu, kepedulian pemerintah, masyarakat serta dokter saat ini sangat penting untuk ditingkatkan mengingat kepedulian terhadap aritmia sesungguhnya akan sangat membantu mengatasi salah satu masalah kesehatan besar di Indonesia. (Winoto/Hukormas RSJPDHK)

Paviliun dr.Sukaman

Rawat jalan ( Poliklinik Eksekutif ) dr. Sukaman merupakan etalase pelayanan rumah sakit, sehingga kualitas pelayanan di RS akan sangat mudah dilihat dan dinilai oleh pelanggan. Selama tahun 2013 jumlah pasien yang berobat ke Poliklinik Eksekutif Rawat Jalan dan Rawat Inap mengalami kenaikan Kunjungan dan Pengunjung dari tahun sebelumnya.

One Day Care (ODC)

One Day Care merupakan unit perawatan khusus yang memberikan layanan pada pasien-pasien yang tidak memerlukan rawat inap sehingga sifatnya hanya sementara saja. Pasien yang mendapat layanan disini diberikan berdasarkan permintaan dokter.

Medical Check UP (MCU)

MEDICAL CHECK UP (MCU) Terletak di Instalasi Paviliun Sukaman, MCU dan Deteksi Dini Kardovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kardiovaskular. Konsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan pemeriksaan kardiovaskular penunjang lainnya.

ICVCU Dewasa

Sebagai rumah sakit rujukan nasional kardiovaskular, RSJPDHK mempunyai ruang perawatan intensif khusus untuk penyakit kardiovaskular/ medikal. Terdiri dari 18 tempat tidur (lantai 2) dan 12 tempat tidur (lantai 3), ICVCU menawarkan perawatan intensif disegala tingkat severitas. Tata ruang ICVCU lantai 2 dibuat menggunakan sistem single cubical sehingga pengawasan terhadap pasien lebih optimal. Selama tahun 2013 terdapat peningkatan jumlah pasien sebanyak 8% dari tahun sebelumnya. penatalaksanaan pasien gagal jantung (heart failure) menggunakan ECMO dan LVAD. Serta akan ditambah unit hemodialisis di tahun 2014.

Pediatrik OK & Ward

Instalasi Bedah Pediatrik, Penyakit Jantung Bawaan dan Perawatan Intensif Pasca Bedah merupakan unit pelayanan bedah jantung pada anak dan dewasa dengan penyakit jantung bawaan dan di dapat yang terdiri dari Unit Bedah Pediatrik dan Unit ICU Pediatrik yang berlokasi di Gedung Perawatan II lantai 8. Di Unit Bedah Pediatrik beroperasi 2 kamar operasi yang setiap hari menjalankan tindakan operasi sekitar 4-5 kasus dengan kompleksitas kasus yang beragam.

Cath Lab

Pemeriksaan diagnostik invasif dengan teknik kateterisasi jantung yang berada di Lt2 GP 1, sebanyak 5372 pemeriksaan, yang terdiri dari 4728 kasus angiografi koroner, 508 kateterisasi jantung, dan 136 tindakan lainnya. Juga telah dilakukan tindakan intervensi non-bedah terhadap kelainan koroner berupa angioplasti koroner sebanyak 2327 tindakan, valvuloplasty dengan balon 79 tindakan, tindakan non-bedah untuk kelainan kongenital sebanyak 176 tindakan, terutama terdiri dari 45 kasus ASO, 97 kasus ADO/ Nit occluder, 11 kasus BAS dan tindakan lainnya.