jadwal dokter

Info Bed

rawat jalan

Dua Tahun Lagi, RSUD AW Sjahranie Samarinda Yang Dibina Oleh RSJPD Harapan Kita Bakal Setara RS Jantung Singapura.

(Ket. Foto : Dirut RSU AW Sjachranie dr Rachim Dinata Marsidi dan Dirut RS Harapan Kita dr Hananto Andriantoro meninjau gedung RSU AW Sjachranie Samarinda Kalimantan Timur, Senin( 24/7/ 2017).)

RSJPDHK, Jakarta - RSUD Abdul Wahab Sjahranie, Samarinda resmi ditetapkan sebagai rumah sakit yang mampu melakukan bedah jantung secara mandiri.

 

Sertifikat sebagai rumah sakit yang mampu bedah jantung secara mandiri ini diserahkan langsung Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Hananto Andriantono, Senin (24/7/2017).

Hananto mengungkapkan, RSUD AW Sjahranie sudah mampu melayani bedah jantung hingga severitas II.

Dalam dua tahun ke depan, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, kata Hananto, akan mengawal rumah sakit milik Pemprov Kaltim ini, hingga bisa memberikan pelayanan bedah jantung sampai severitas III.

"Kalau sudah severitas III, artinya sudah bisa membedah secara mandiri untuk kasus-kasus yang sangat komplek. Dua tahun lagi saya kira RSUD AW Sjahranie bisa melakukan itu," kata Hananto disela-sela acara Monitoring dan Evaluasi tentang Perkembangan Pelayanan Jejaring Kardiovaskular.di RSUD RSUD AW Sjahranie, Samarinda.

Jika sudah bisa mencapai severitas III, RSUD AW Sjahranie, menurut Hananto, akan setara dengan RS Jantung di Singapura, Kucing, Penang, Malaysia, dan juga Jakarta.

"Jadi, orang Kaltim sudah tidak perlu lagi bedah jantung ke Jakarta, Singapura, Malaysia," katanya lagi.

Dengan demikian, lanjut Hananto, Kaltim juga akan mendapatkan dampak sosial ekonomi, dari kemandirian bedah jantung yang bisa dilakukan RSUD AW Sjahranie.

"Bedah jantung itu ratusan juta. Coba hitung kalau dalam setahun ada 20 orang yang bedah jantung di RS ini, sudah berapa uang masuk ke Provinsi ini. Jadi, kemandirian RSUD AW Sjahranie ini merupakan momentum Kaltim. Tidak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga berdampak secara sosial ekonomi," kata Hananto. (*) (Hukormas RSJPDHK/Dilansir dari Tribun Kaltim)

 

Paviliun dr.Sukaman

Rawat jalan ( Poliklinik Eksekutif ) dr. Sukaman merupakan etalase pelayanan rumah sakit, sehingga kualitas pelayanan di RS akan sangat mudah dilihat dan dinilai oleh pelanggan. Selama tahun 2013 jumlah pasien yang berobat ke Poliklinik Eksekutif Rawat Jalan dan Rawat Inap mengalami kenaikan Kunjungan dan Pengunjung dari tahun sebelumnya.

One Day Care (ODC)

One Day Care merupakan unit perawatan khusus yang memberikan layanan pada pasien-pasien yang tidak memerlukan rawat inap sehingga sifatnya hanya sementara saja. Pasien yang mendapat layanan disini diberikan berdasarkan permintaan dokter.

Medical Check UP (MCU)

MEDICAL CHECK UP (MCU) Terletak di Instalasi Paviliun Sukaman, MCU dan Deteksi Dini Kardovaskular RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita memberikan pelayanan konsultasi dan pemeriksaan kardiovaskular. Konsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan pemeriksaan kardiovaskular penunjang lainnya.

ICVCU Dewasa

Sebagai rumah sakit rujukan nasional kardiovaskular, RSJPDHK mempunyai ruang perawatan intensif khusus untuk penyakit kardiovaskular/ medikal. Terdiri dari 18 tempat tidur (lantai 2) dan 12 tempat tidur (lantai 3), ICVCU menawarkan perawatan intensif disegala tingkat severitas. Tata ruang ICVCU lantai 2 dibuat menggunakan sistem single cubical sehingga pengawasan terhadap pasien lebih optimal. Selama tahun 2013 terdapat peningkatan jumlah pasien sebanyak 8% dari tahun sebelumnya. penatalaksanaan pasien gagal jantung (heart failure) menggunakan ECMO dan LVAD. Serta akan ditambah unit hemodialisis di tahun 2014.

Pediatrik OK & Ward

Instalasi Bedah Pediatrik, Penyakit Jantung Bawaan dan Perawatan Intensif Pasca Bedah merupakan unit pelayanan bedah jantung pada anak dan dewasa dengan penyakit jantung bawaan dan di dapat yang terdiri dari Unit Bedah Pediatrik dan Unit ICU Pediatrik yang berlokasi di Gedung Perawatan II lantai 8. Di Unit Bedah Pediatrik beroperasi 2 kamar operasi yang setiap hari menjalankan tindakan operasi sekitar 4-5 kasus dengan kompleksitas kasus yang beragam.

Cath Lab

Pemeriksaan diagnostik invasif dengan teknik kateterisasi jantung yang berada di Lt2 GP 1, sebanyak 5372 pemeriksaan, yang terdiri dari 4728 kasus angiografi koroner, 508 kateterisasi jantung, dan 136 tindakan lainnya. Juga telah dilakukan tindakan intervensi non-bedah terhadap kelainan koroner berupa angioplasti koroner sebanyak 2327 tindakan, valvuloplasty dengan balon 79 tindakan, tindakan non-bedah untuk kelainan kongenital sebanyak 176 tindakan, terutama terdiri dari 45 kasus ASO, 97 kasus ADO/ Nit occluder, 11 kasus BAS dan tindakan lainnya.